Kita mulai postingan kali ini dengan
sebuah qoute,
“ Harga diri lebih penting daripada
modusin mantan. “ – Buya
Dari qoute diatas, bisa disimpulkan satu hal penting : Kita jomblo karena
kita lebih mementingkan harga diri dan gengsi daripada balikkan sama mantan.
Padahal kita lagi mood banget pingin punya pacar. Tapi demi bagusnya diri
kita sekarang dimata sang mantan, maka kita naikkan gengsi setinggi langit.
Ada orang yang begitu.
Tapi ada juga orang yang bahkan, ketika denger nama mantannya aja,
perasaannya masih sama. Senyum yang sama, perasaan excited yang sama, rasa
penasaran yang sama. Sama seperti dulu ketika masih pacaran.
Semua bisa dimulai dari kata “Balikan”.
Sudah menjadi hukum alam, hubungan seseorang akan lebih bagus ketika mereka
sudah mulai tidak ada apa-apa lagi.
Dan korban dari hukum alam tersebut banyak sekali kalau mau kita hitung.
Korban-korban ini, mereka diberi harapan setinggi-tingginya. Mereka masih
berani mati hanya untuk mendapatkan kesempatan yang ‘hanya baik diawal’.
Balikan pada dasarnya hanya sebuah harapan semu. Harapan dari orang yang
kesepian dan gak tau siapa lagi di dunia ini yang bisa sebaik dan sesempurna
mantannya. Mereka adalah orang-orang putus asa yang butuh lebih dari sekedar
‘cowok atau cewek kece’ untuk dijadikan pelarian menggantikan yang lama.
Mereka hanya butuh dua hal : Sosok mantan dan waktu yang mendidik hatinya.
Jadi, apa fungsi dari balikan sebenarnya?
Gak ada. Gue jadi teringat ketika gue mengajak seorang mantan untuk
balikan, dia cuma bilang satu hal :
Untuk apa mengulang waktu dimana
kita sudah tau seperti apa akhirnya.
Dari satu kalimat itu, gue tidak pernah sedekat ini dengan kematian. Mati
karna keselek ludah sendiri.
Akhir dari posting ini, gue tidak membenci yang namanya balikan. Tapi, kamu
hanya harus pintar menentukan pilihan. Untuk apa bersama satu orang yang
menyakiti kamu dan menyusahkan orang-orang disekitarmu yang jauh lebih peduli
dari orang tersebut ?
Disaat menulis postingan ini, gue SMS
salah satu mantan gue yang terakhir,
“ Hai mantan. Apa kabar dirimu? ”
Setelah satu jam menunggu...
“ Baik ti. Inimah fix banget
kangen.”
Ada gula, ada semut :)